TAMAN WISATA BATU LANTE

TAMAN WISATA BATU LANTE
TAMAN WISATA BATU LANTE
TAMAN WISATA BATU LANTE

Pembangunan destinasi wisata ini dimulai pada bulan Agustus 2019. Lokasi destinasi wisata ini sebelumnya merupakan aliran sungai yang diapit oleh jurang yang tinggi dan terjal sehingga sulit dijangkau oleh orang apalagi kendaraan. Karena tempatnya yang jauh dipedalaman yang merupakan perbadatas antara desa Santong dan desa Sesait, secara nalar biasa pembangunannya hampir mustahil berhasil disebabkan oleh sulitnya medan, tiadanya jalan material, tanpa listrik, bahkan tiada jalan setapak. Usaha yang tanpa lelah dan perjuangan yang istiqomah akhirnya membuahkan hasil sehingga setelah 3 tahun tepatnya pada tanggal 27 Romdhon 1443 H destinasi wisata ini berhasil diresmikan.

 

Destinasi wisata alam yang di apit oleh dua tebing menyerupai bukit nan indah, sungai yang mengalir jernih, dengan kolam renang yang luas dan dilengkapi taman yang terusun rapi serta dilengkapi restauran dan aula tempat pertemuan ini terletak di pedalaman Desa Sesait, Dusun Lokok Ara, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Dilihat dari grand design wisata ini kedepan akan dilengkapi dengan taman berkuda, playing fox dan hotel tempat menginap para wisatawan yang ingin menikmati suasana dua puluh empat jam taman wisata batu lante.

 

Untuk di ketahui bersama bahwa Taman Wisata Batu Lante dikelola langsung oleh manajemen Yayasan Nahdlatul Tujjar. Wisata, hotel dan restauran ini merupakan salah satu unit usaha yang seluruh pemasukkannya langsung dikelola oleh Baitulmall Nahdlatul Tujjar. Oleh karena itu para pengunjung tidak hanya sekedar menikmati keindahan berwisata namun secara tidak langsung telah turut menyumbang pembangunan Pondok Modern Internasional Nahdltul Tujjar.

 

Taman Wisata Batu Lante dikelola dengan konsep eduwisata karena lokasi wisata berada di lingkungan pesantren. Eduwisata bermaksud seluruh manajemen mulai dari masuk gerbang wisata, loket, tempat pemandian dan kolam renang, restauran dan perhotelan diatur sedemikian rupa agar memiliki suasana seperti pesantren. Cara berpakaian petugas dan pengunjung, sopan santun dan budaya pesantren diterapkan bahkan kedepan seluruh unit usaha dibawah binaan Nahdlatul Tujjar akan dikelola oleh santri seutuhnya.